Dakwah kewajiban siapa ?

17 08 2009

Dikopi-paste dari sebuah blog.

Ini bukan dakwah, jika apa yang kita sebut kerja dakwah membuat kita lupa tilawah satu juz per hari, beralasan terlalu letih dengan semua aktivitas. Sedang kau tahu kekuatanmu bergerak berasal dari tilawahmu.

Ini bukan dakwah, jika apa yang kita selalu teriakkan -dengan lantang itu- membuat kita selalu terburu-buru lakukan shalat rawatib, bahkan tidak mengerjakannya dengan alasan rawatib hanya sebuah amalan sunnah. Padahal shalat rawatib bisa menutupi banyak ketidakkhusyukan, “diskusi-diskusi” di kepalamu pada saat melakukan shalat-shalat fardlumu. Menyempurnakannya. Kau tahu tapi kau remehkannya.

Ini bukan dakwah, jika apa yang selalu kita serukan membuat kita selalu saja terlewat mengerjakan qiyamul lail, mencari alasan bahwa kita telah telalu lelah “melayani umat” di siang hari. Umar Bin Khattab mengucapkan, “Jika kuisi malamku dengan tidur sungguh aku telah menyia-nyiakan jiwaku, jika kuisi siangku dengan tidur, sungguh aku telah menyia-nyiakan rakyatku“. Qiyamul lail adalah kekuatan Shalahuddin Al Ayyubi untuk menaklukkan semua musuhnya. Qiyamul lail adalah kekuatanmu, wahai para pengemban dakwah.

Sungguh ini sama sekali bukan dakwah! Jika dakwah membuatmu berani menunda shalat fardlu tanpa alasan syar’i, tanpa alasan yang jelas. Mengatasnamakan amal, padahal kita tahu bahwa kita seharusnya mengamalkan dalil bukan mendalilkan amal.

Ah…

Sedang kita mengharapkan pertolongan Allah swt. hadir untuk memberi kemudahan kepada kita untuk menempuh perjalanan dakwah yang panjang ini. Sedang kita mengharapkan dukungan Allah swt. hadir untuk menguatkan kita untuk meneruskan tongkat estafet dakwah yang sudah diperjuangkan para pendahulu. Sedang kita mengharapkan pertolongan dari Allah swt. untuk mendorong kita untuk terus maju menegakkan kalimatullah di muka bumi.

Akankah kemudahan, dukungan dan pertolongan itu akan datang dengan kualitas kita yang makin lama makin merosot?

Namun kita lupa bahwa kerja-kerja kita tidak boleh membuat kita jauh dari Allah swt., bahkan seharusnya kita makin dekat kepadaNYA. Makin taat kepadaNYA, makin semangat melakukan ibadah. Bukan malah menurun, bukan malah mengurangi jatah ibadah bahkan sama sekali tidak melakukannya. Ibadah itu kekuatan kita. Dakwah ini tidak hanya perlukan gerak kita, tapi butuh ruh dalam setiap gerakan kita.

Abdullah Azzam mengatakan,

“Amal Islami bukanlah aktivitas yang cukup dikerjakan di saat anda memiliki waktu luang dan bisa Anda tinggalkan saat sibuk. Tidak! Amal Islami terlalu agung dan mulia jika mesti diperlakukan begitu.”

Iklan




Menghitung umur hidup kita.

9 08 2007

Mari sejenak menghitung umur hidup kita :
tanpa rumus rumit layaknya polinom Lagrange 😀
=============================================

Misalnya kita diberikan umur hingga 60 thn oleh Allah SWT.

1 hari = 24 jam
waktu tidur per hari = 8 jam

waktu tidur selama 60 thn
= (8 * 365) * 60
= 175.200 jam

Total waktu tidur (thn)
175.200 / 24 = 7300 hari / 365 hari = 20 tahun. Baca entri selengkapnya »





Kepada anakku dekati tuhanmu

14 06 2007

Kepada anakku dekati tuhanmu

Jika sampai kepadamu nasehat dari Rasulullah. maka jalankanlah! sebagaimana dikatakannya :

“Tanda-tanda kebencian Allah terhadap seseorang ialah apabila ia menyia-nyiakan waktunya untuk melakukan hal-hal yg tidak berguna. Apabila umur seseorang berlalu tidak digunakan untuk melakukan ibadah yang diperintahkan Allah, maka pantas baginya menyesal sepanjang masa. Dan barang siapa yang berumur lebih dari empat puluh tahun, sedangkan amal baiknya belum mengalahkan kemaksiatannya, maka hendaklah ia bersiap masuk neraka. “

Nasehat itu mudah. Yang sulit adalah menerimanya. Bagaimana menurut anda?
[Disadur dari buku : Kepada anakku dekati tuhanmu, Imam AlGhadzali – Gema Insani Press)





Mengapa sholat wajib lima waktu ?

1 06 2007

Terdengar sayup-sayup nyanyian dari para pengamen jalanan
(“Waktu shalat subuh saya ketiduran, waktu sholat zuhur lagi tanggung kerjaan, waktu sholat ashar lagi diperjalanan,….
oh tuhan pantaskah syurga untukku…?)

Jika ditilik dari segi kesehatan, shalat memang sengaja di desain oleh Allah SWT sebagai tempat beristirahat pada titik-titik dimana seorang manusia memang sangat membutuhkan sholat. (to be continued…)








%d blogger menyukai ini: