Badminton

14 04 2011

“Service over, Twenty VS seven, Brain Serve”
Demikian kata pak wasit dari atas kursinya.

Kini saya dan teman-teman di kantor lama mulai rutin badminton sekali dalam sepekan. Olahraga menjadi kebutuhan primer bagi para coder yang kebanyakan waktunya dihabiskan dengan duduk dan menarikan jemari di atas keyboard. Setelah puas mengolah algoritma, olahraga adalah tempat paling cocok untuk dijadikan agenda berikutnya. Disamping menghibur juga membuat <body> jadi sehat.

Tiap olahraga punya filosofi masing-masing, namun hampir setiap olahraga berkelompok pasti mengajarkan ┬ákonsep “kerjasama dalam tim”. Pada badminton, agar lawan di seberang net dapat dikalahkan dengan baik –┬ápasangan double harus saling percaya dan profesional terhadap rekan satu timnya .

Ini waktu kita main di beijing lawan denmark. he he

Seorang player tidak boleh merasa kecewa bila pukulan rekan satu timnya gagal mendarat di daerah lawan, tidak banyak bicara dan langsung mengkoreksi kesalahan pada pukulan atau set berikutnya, satu sama lain saling percaya bahwa sang rekan pasti melakukan yang terbaik. Dalam hatin ia berkata : “Kita orang pasti menang!”.

Keringat deras mengucur, lompatan, smash, dukungan dari penonton, semuanya mix jadi satu. Sensasi yang tidak akan didapat bila hanya dilampiaskan lewat main game di depan komputer :D.

Game point, You win !

Iklan







%d blogger menyukai ini: