Tarawih dan Segi Empat

28 08 2010

Karena  tarawih rakaatnya cukup banyak aku sering bergumam di hati saat shalat “sebenernya sekarang ini sudah rakaat keberapa ya ?”, penyakit ini cukup mengganggu sekali, apalagi kalau imamnya sedang membaca surat yang panjang-panjang, saat shalat bukannya menyimak bacaan imam, eh malah main tebak-tebakan “Sekarang udah rakaat ke berapa ya ?, ke 3 kali ?, ah bukan deh, kayaknya sekarang udah rakaat ke – 4, ah jangan-jangan imamnya salah nich “.😦 Di ramadhan sekarang aku melakukan semacam jembatan keledai untuk mengatasi penyakit ini. Kira-kira beginilah keledai itu berjalan😀

Sesaat setelah salam rakaat kedua selesai, aku segera memvisualkan sisi bujur sangkar yang paling kiri (a). Pada salam rakaat keempat, aku lanjutkan lagi dengan menggambar sisi paling atas. (b). Pada rakaat keenam aku teruskan dengan membuat sisi ketiga sebelah kanan (c), terakhir pada saat rakaat ke delapan aku tinggal gambar sisi bujursangkar yang paling bawah (d).

Hihihi, ternyata sangat efektif sekali. Jadi gak lupa-lupa lagi deh😀

Bujur sangkar rakaat. Pencegah lupa saat tarawih😀


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: