Jangan dijawab: “Tinggal Googling aja kok!”

8 07 2009

Alkisah, jaman kuliah di Bogor, seorang temen cewe pernah nanya ttg masalah programming. Gw tau bener waktu itu doi udah berusaha keras untuk bisa menyelesaikan problemnya seorang diri, tapi mungkin karena waktu itu doi lebih banyak menggunakan perasaan dibanding logikanya jadi belum bisa terselesaikan.😀 (mungkin ini juga sebab mengapa jumlah programmer perempuan lebih sedikit dibanding laki-laki). 

bimbing.jpg657378-1Gw coba jelaskan tahap demi tahap. Trus diakhir penjelasan doi bilang “Ya ntar gibran ajarin lagi ya”. Trus gw jawab “Ya kan bisa belajar sendiri, otodidak aja”, dengan nada agak tegas gitu, maksudnya biar doi lebih keras lagi belajar programmingnya. Trus doi bilang gini “Tapi kan tetap butuh ada yg mbimbing”, sambil memancarkan rona wajah sedih, penuh harap, sekaligus kecewa sama gw. Dalem banget dach pokoknya, sampe nyesel gw bilang kata-kata itu. Berhubung kejadian itu masih keinget terus sampe sekarang, gw merasa perlu untuk nulis postingan ini agar tidak terulang kepada para pembaca sekalian.

Berikut ini adalah kelebihan membimbing langsung dibanding belajar otodidak :

  1. Akan lebih mudah dan cepat faham, karena mendapat contoh langsung (Live tutorial), bila ada yg nggak mengerti bisa langsung dibahas bareng.
  2. Memberi kemudahan pemahaman kepada orang lain tanpa ia harus belajar secara otodidak. Menghemat lebih banyak waktu
  3. Membantu untuk menyukai ilmu tersebut.
  4. Menambah motivasi karena ternyata problemnya bisa solved dengan mudah.

mtk-pusing-okSebagai bukti nyata kita pasti pernah menyukai pelajaran tertentu waktu sekolah bukan ?, misalnya fisika, biologi, atau apapun. Tetapi anehnya kesukaan kita itu berawal bukan karena materi di dalam bukunya, tapi dari cara mengajar Ibu/Bapak Guru yg sangat mengasyikkan. Misalnya gw sendiri pernah tertarik sama matematika waktu kelas 3 SMP dulu, karena gurunya ngajarnya aplikatif. Trus kesini-sini gw kurang suka lg dech gara-gara cuman dicekokin limit, integral, berbagai fungsi trigonometri, tanpa gw tahu itu topik manfaatnya buat apa.  Untung saja ada Kg.Jupri

Padahal saat kita menyampaikan suatu ilmu, Allah akan bukakan berbagai pintu ilmu lain yang belum kita ketahui. Ingin bukti ?.  Contoh sederhana: misalnya ada orang nanya gimana cara mengkoneksikan dua buah PC agar bisa saling kopi data. Jawabannya tinggal colok kabel UTP, setting IP, dan konek deh. Tetapi dari situ keluarlah istilah subnetting, protokol, TCP IP, routing, load balancing, clustering, sampe-sampe “ngising”😀 . Sehingga sambil cengo kita sadar bahwa ilmu yg kita miliki ternyata masih jauh bumi dari langit.

Demikianlah sekilas info, dengan harapan bila kelak ada teman bertanya, tidak serta merta langsung kita jawab: “Googling ajah”, atau “ya tinggal baca-baca aja sendiri”, atau paling parah “Masa gitu aja gak bisa,  gw aja bisa kok”.  Dan kata-kata menyakitkan lainnya.

Martabak special buat merry:
Maafin ya mer…

Referensi:
– Why Men don’t listen and Women can’t read maps, Barbara & Allan Pease – 


Aksi

Information

One response

8 12 2009
imansyah

Assalamu’alaikum bung gibran……
benar sekali apa yang antum katakan, akan tetapi keuntungan dari belajar otodidak itu kita akan tenang untuk mecari pemecahan masalah sendiri tanpa adanya gangguan dari orang lain mungkin itu salah satu keuntungannya saja tapi yaaa emang sih bagusnya ada yang membimbing……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: