The Five Billion Man.

24 08 2007

Artikel ini tidak ada kaitannya dengan lembaga politik dan atau sdlc.jpgkeberpihakan pada satu pihak.
Sebuah cerpen tentang kehidupan orang IT.

Tidak lama setelah pemilihan gubernur jakarta, Fauzi Bowo sang Engineer meminta staffnya untuk memasang sebuah monitor touch screen di kantornya. Bukan untuk digunakan sebagai tempat mengetik, atau sekedar browsing dan email, apalagi main games.

Ia ingin memonitor kesejahteraan rakyatnya dari pelosokhingga perkotaan jakarta lewat monitor canggihnya tersebut. Setelah staff fauzi bowo browsing ke beberapa tempat, akhirnya ditemukanlah sebuah perusahaan yg dikira cukup capable untuk mengerjakan project ini. PT. ShuttleWork’s Namanya.

“Pak Ali…., anda dan Pak. Soediro diminta untuk bertemu pak fauzi di kantor pusat PEMDA jakarta lusa, bisa kan?”.
Tegas staff fauzi di jakarta.

“Hmm, berarti sabtu yah?, baik pak. tapi baru kali ini saya mendengar

seorang Gubernur ngantor hari sabtu, itu kan hari libur ?!”, tandas Ali.
“Ya namanya juga melayani rakyat pak, mana kenal hari libur”, sambung staff fauzi.
“Baik pak. Inshallah kami datang esok lusa”. (dengan nada meyakinkan).

Sesaat setelah Ali melepaskan handset bluetooth dari telinganya.

“Ok diro, berarti, sabtu besok, gathering kantor kita cancel dulu yah!,
nggak enak lah masa kita nggak ikut gathering, apa kata dunia,
lw belum pesen tiketnya kan?!”, tanya Ali pada soediro.

“Belum bos…(dengan nada lemas, dan mata yg masih mengantuk),
mending lw ngobrol dulu gih sono sama anak2, biar enak”. balas diro
(sambil menyeruput kopi di mug kecil berlogo pinguin). Soediro memang
masih mengantuk, karena malam tadi ia harus ikut “ngoding”
bersama teman-teman programmer hingga subuh.

Setelah obrolan di ruangan produksi usai, akhirnya karyawan bersedia
meng-cancel gathering, padahal telah direncanakan 1 bulan sebelumnya.

“Awas lw bos klo minggu depan sampe di cancel lagi !,
gw gak jamin grafik penjualan di server PERTAMINA masih berbentuk batang”,
canda Albert, seorang junior programmer.
terdengar riuh tawa semua orang di ruangan itu.

Dua hari kemudian….

Sesaat setelah Ali dan Diro keluar dari Toyota Vios milik kantor.
“Pak Ali dan Pak Diro yah ?, silahkan masuk pa, dah ditunggu sama pa bowo“,
sambut staff keamanan fauzi setelah membukakan pintu mobil.
“Kok mereka kenal kita Li”, saut diro.
“Gw jg gak tau, trus kok sopan-sopan banget gitu,

siapa kita ?! padahal baru pertama kali ini kita meng-injakkan kaki
di kantor se-gede ini, kantor pemerintahan lagi.

sambil berjalan menuju ruang fauzi.

“Sopan-sopan yah orang disini,
memperlakukan setiap orang dengan sederajat, tadi aja gw ngeliat
orang pake baju model gembel kelihatan begitu bersahabat dengan
staff keamanan di lobby utama”, diro kebingungan.
Gw pikir birokrasi pemerintahan membosankan,

tapi ternyata malah sebaliknya, gw gak mimpi kan?!”. Ali berkata sambil lalu.
Terlihat sekumpulan orang terbagi menjadi dua kelompok di sebuah ruangan,
kelompok satu membawa spanduk bertuliskan “Jangan rebut lagi tanah kami !,
kami sudah tidak sanggup melihat banyak Mall & HyperMarket !!!”,
sementara di ujung lainnya terlihat logo perusahaan hypermarket
yg memiliki banyak cabang di Indonesia.

“Udah nggak usah lw campurin Li, kita mau ketemu gubernur nih !”, saut diro.

Masih di lantai 1

“Maaf mba, mau tanya, ruang bapak Ing.Fauzi sebelah mana yah?”, tanya Ali.
“Oh, bang Bang Oji, ini, percis di sebelah bapak berdiri ruang bang Bang Oji”.
Jawab mieke, salah satu pegawai bang Bang Oji.
(hanya terlihat ruangan sederhana, berukuran kira-kira 5×5 meter tanpa terlihat suatu kemewahan sedikitpun). “Nggak salah ni mba ?!”, tanya diro.

“Hmm, Pak Ali yah ?!”, tiba-tiba fauzi keluar dari ruangannya.
“Ayo masuk, sudah lama sy tunggu”.
Ali dan diro terkejut.

Bang Oji membuka pembicaraan.

Bang Oji : “Maaf yah, saya gak telfon anda secara langsung kemarin,
saya sedang di Penggilingan, menemani staff saya mengurus
saudara-saudara kita yg masih tinggal di bawah kolong jembatan”.

Ali : “Ah bapak, tidak apa pak, kami mengerti kok kesibukan bapak
sebagai seorang gubernur”.

Setelah berbagi cerita tentang jakarta, akhirnya sampailah
mereka pada obrolan santai di bawah ini :

Bang Oji : “Begini, saya ingin kalian menginstall touch screen monitor +
GIS Application di dinding itu (sambil menunjuk dinding kosong
di sebelah meja kerjanya). Nah di menu utama, ada peta Jakarta. Jika saya
sentuh bagian Jakarta Selatan, maka akan muncul informasi berupa
grafik kesejahteraan rakyat saya di sana, dari segi Pendidikan dan ekonomi,
beserta detailnya. Begitupun dengan daerah lainnya, gimana, bisa kan ?”.

Ali : “Hmm…, diro, silahkan….” (Ali mempersilahkan diro utk menanggapi).
(ketiga orang itu saling menertawai satu dengan yg lainnya).

Diro : (setelah diam sejenak) “Inshallah kami menyanggupinya (dengan nada tegas),
asal kita sepakati dahulu scope pekerjaan ini ingin sejauh mana”,
karena project ini nantinya akan melibatkan banyak pihak,
lagipula infrastruktur yg dibangun sangatlah kompleks”.

Bang Oji : “Ya…, saya mengerti kok, saya juga sudah berpengalaman
membuat model2 seperti ini waktu menyelesaikan tesis saya
di jerman tentang tata kota jakarta,
berapa minggu kira2 kalian bisa menyelesaikannya ?!”.

Diro&Bang Oji : (terdiam berpikir sambil meletakkan seluruh
jemari tangan kirinya di antara daerah sekitar hidung, mulut dan dagunya).

Bang Oji : “Baiklah, kalian pikirkan dahulu saja ya, besok tolong kontak saya
lagi utk memberikan perkiraan waktu penyelesaiannya,
ini kartu nama saya, sepertinya sudah adzan zuhur,
yuk kita ke masjid sekarang”.

Diro&Bang Oji : “Baik pak, Mari.”

Ali sebagai seorang CEO, tidak ambil pusing,
karena dia memiliki seorang master piece PM bernama soediro.

Sesaat setelah selesai sholat, di sebuah kantin PEMDA jakarta.

Diro, lw sanggup kan?!, masalah relasi terkait infrastruktur
biar gw yg urus, nah Application Development jadi tanggung jawab lw,
Gimana ?, sepakat yah ?!. Diro menantang Ali.

“Hmm.., i see, i will take this challenge. target gw tahun ini naik Haji bro”,
jawab ali tanda ia menerima tantangan.

Sesampainya di kantor, Ali langsung membuka laptop MacBook miliknya,
dan memulai mencoret-coret master plan Richness-GIS-Monitoring bang oji.

Kemudian Ali membuat sebuah dokumen Scope Statement demikian :

Judul Proyek : Jakarta-GIS-Richness Monitoring

Tanggal : Sept 8, 2007
Disiapkan Oleh : Ali Sodikin, Project Manager, 0856-9700-000
ali@shuttle.com

Justifikasi Proyek :
Ing.Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta menginginkan sebuah aplikasi GIS
terpasang pada monitor layar sentuh di ruang kerjanya. aplikasi ini
dinamakan JGRM (Jakarta GIS Richness Monitor).

Gubernur menganggarkan dana project senilai Rp.1.400.000.000,- untuk JGRM.
JGRM ditargetkan akan selesai dalam waktu kurang dari 12 bulan.

JGRM akan membutuhkan nilai Rp.60.000.000 sebagai biaya operasi tahunan.

Dengan Aplikasi ini, Gubernur akan lebih cepat tanggap dalam bertindak, dan efisien
Ketika mengambil sebuah keputusan.
Karakteristik Proyek dan kebutuhan
1. JGRM akan memonitoring kesejahteraan rakyat di bidang :
a. Pendidikan,
b. Ketahanan pangan, dan
c. Sandang

2. Pada bidang pendidikan data yang akan ditampilkan adalah :
a. Data-data pendidikan pada pusat data DEPDIKNAS. Seperti :
i. Jumlah masyarakat yang belum dan sudah bersekolah di setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga Universitas.
ii. Data sekolah swasta dan negeri di DKI.
iii. Kesejahteraan guru di DKI, dll

………………….

200px-peta_jakarta.gif

Setelah 1 jam melakukan testing pada JGRM, Bang Oji berkata :
“Saya sangat puas sekali dengan aplikasi yang telah kalian bangun !!!.

Dua tahun setelah JGRM di deploy, jumlah koruptor di DKI di bidang pendidikan yang diadili naik hingga 30%, Kesejahteraan guru naik hingga 50%, dan yang paling membuat Fauzi Bowo terharu adalah, naiknya minat baca keluarga menengah ke bawah hingga 70%.

Kini di jakarta tidak lagi ditemui istilah sekolah swasta dan negeri,
Fasilitas yang memadai telah membuat setiap sekolah yang dahulu disebut sebagai sekolah telah menjadi sekolah dalam arti yang sebenarnya. Kini setiap keluarga di seluruh Jakarta dengan mudah mengakses internet untuk keperluan sehari-hari. Mau tahu berapa harga internet di jakarta ?. hanya Rp.20.000 per bulan , unlimited access !!! *.

Fauzi Bowo terharu ketika ia tidak lagi melihat ada anak yang bekerja di stasiun sebagai penyapu gerbong, sebagai pengamen di bus kota yang sumpek, dan sebagai pengais barang-barang daur ulang di tempat sampah pada jam pelajaran sekolah.

(Benarkah terjadi ?, semoga).


Aksi

Information

6 responses

5 09 2007
rkasigi

Tunggu aj ren akhir dari cerita ini, sabar yah..😀 , thx udah comment
bos..bos…
betewe ebiwei busyaw ini fiksi ilmiah or serius boz?

14 09 2007
zahra

wah…subhanallooh..
moga bisa menjadi kenyataan. Aamiin
Jadi terbayang masa kekhalifahan Umar bin Abdul ‘Aziz, rumah sakit khusus untuk rakyat miskin mulai dari pintu masuk sampai seluruh ruangan pasien di bentang karpet merah yang tebal.Demi menjaga kenyamanan rakyaktnya…subhaanalloh indahnya..pemimpin yang amanah dan cinta sama rakyatnya dan takut pada TUHAN nya..🙂
terima kasih mba zahra, saya pun mengaminkan…, wah jadi inget dari dulu saya nyari2 buku “belajar dari 2 umar” belum ketemu-ketemu sampe sekarang.

18 09 2007
kapten vu

TENG!!
“Anda berhasil menipu saya!!”

(kyknya saya kelewat b*go yah:D, terlalu serius saya membacanya, abiz sebelah kiri lagi koding juga@-))
Subhanallah, cool… ‘mimpi’ yang indah Pak, saya sampe nalar kapan bisa kejadian ditempat tinggal saya (Cilegon), eh taunya ketipu….but its definitely cool, sangat menggugah untuk menyemangati diri😉

6 02 2008
devil

hwalahh,, sy jg trmasuk yg bego jg serius bgt baca-nya, abis mimpinya hampir sama, hehhe..
btw, saya pikir mimpi itu akan segera jadi kenyataan krn kebetulan saya tau betul klo bang Oji menginginkan sistem informasi yg salah satunya GIS DKI itu, dan saya berharap bisa ikut berpartisipasi didalamnya, bersama temen2 pemimpi disini, coz many wonderful things begin with a dream🙂
smoga dengan terwujudnya mimpi ini bisa lebih mengurangi ‘human error’, coz human make mistakes,, peace!!

19 09 2008
titiw

Dang!!! You really got me, broder!!! Kirain beneran.. Ckckck.. abisnya.. si foke ini kan (gosip abis gini guah..), ada resto rame deket rumahnya aja ditutup, katanya bikin rame.. (lha, gak mau rame mah tinggal aja di Baduy bang!!)PS: Sayah nyari peta jakarta, kenapa ketemu blog ini yak? gugel makin lama makin aneh..

9 10 2009
bunga

cuma mimpi ya ??? duh……sedih jadinya……saya pikiir benerannnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: