Langsung deh matanya pada ijo…. kayak cendol kaskus… wkwkwkw…
Suatu waktu kamu pasti pernah mendapat uang yang begitu besar, pundi-pundinya bisa dari menabung uang jajan, gaji pekerjaan, uang bisnis, atau lainnya. Waktu uang lagi banyak, dunia bagai milik sendiri. Jajan ini, jajan itu, ajak cewek nonton, makan ke tempat-tempat yang kata sebagian orang gaul sebagai “cozy place” – padahal sebetulnya di emperan lebih nikmat, coba berbagai macam makanan, hingga ke belanja barang yang sebetulnya kita tidak butuh-butuh amat keberadaan barang tersebut. Tidak perlu menunggu hingga berganti musim, tiba-tiba saja uangnya mengalir bagai tokai di tepi pantai.., ngambang tanpa bekas sama sekali. Maap yah pembaca analoginya agak jorox. :))
Dudulznya, perilaku seperti ini tidak hanya cukup sekali, ibarat dosa, abis tobat masih aja berulang lagi. Sewaktu di kantor webgis, kita mendapat sebuah petuah bijak dari pak Ruslan dan pak Betha. Intinya adalah: saat punya uang pada masa muda, jangan hanya sekedar dikumpulkan dan dihamburkan, tetapi harus diinvestasikan dalam bentuk barang yg punya manfaat lama, misalnya: kendaraan (sepeda, motor, dll) , mulai dipakai untuk nyicil rumah, flash disk, laptop, dll. Jadi begitu uang habis kita masih bisa menikmati manfaatnya. Kita bedakan antara belanja mubazir dengan belanja investasi. Sangat menarik bukan ? Nah ini teknik pertama.
Masa pelajar dan mahasiswa, kata bang oma adalah masanya para remaja, masa kreatif-kreatifnya berpikir, ini adalah masa keemasan. Ada kisah inspiratif. sewaktu saya order produk ke bonekaku, Ibu Sonya berbagi cerita di balik kesuksesannya sekarang. Ternyata usaha bonekanya dimulai semasa jaman kuliah dulu bersama pak Roni (seorang pacar yg kini menjadi suaminya)
. Pak Roni seminggu sekali bertugas mengambil stock boneka dari jakarta ke Bandung, boneka-bonekanya dibawa lalu dijual bareng di Lapangan Gasibu. Waktu itu (mungkin sekitar thn 80/90 an) dpt uang 1 Juta lebih, (nilai yang besar saat dolar masih dibawah 2 ribu), kemudian dibelikan handphone, sampai bikin temen-temen nya pada iri. Uang sekolah pun hampir semuanya dari beasiswa, jadi benar-benar meringangkan APBN orang tua.

Hingga akhirnya sekarang memilki studio sendiri dan membuka lapangan pekerjaan bagi beberapa karyawannya, pasarnya sudah keliling indonesia. “Belum ada niat ekspor bu ?”, kata saya. ”Pengen sich, tapi birokrasinya rariweuh pisan, deuh ribet deh, urus ini urus itu, sedang pasar dalam negeri saja masih sangat biru sekali”, balas beliau. Uniknya pak Roni dahulu basicnya Teknik Penerbangan. Mangstab! demikian teknik kedua, maknanya kira-kira investasikanlah dalam bentuk bisnis. Itulah dua teknik ampuh saat rizki sedang terkumpul. Boros dan pintarlah dalam hal-hal yang produktif, agar rizki tersebut bertambah, semakin bermanfaat tidak hanya untuk diri kita, tetapi juga bagi orang banyak.
Semoga menginspirasi saya juga temen-temen.
Salam sukses dunia akhirat!
Thx to our gurus
Pak Ruslan dan Pak Betha


