Programmer Feminim (Part #2) – End

31 07 2009

Gara-gara nulis programmer feminim, langsung dech dapet karma dari Allah.

Jadi khan ceritanya semenjak bulan januari lalu,  saya ngefreelance sambil buka toko souvenir bareng temen  (tokonya sekitar 10 menit perjalanan dari IPB Darmaga).  Karena membutuhkan sesuatu untuk mewujudkan salah satu dreams, akhirnya dua hari yang lalu saya ikutan test di ISV Teknosoft,  milik pak Toosa dan para sahabatnya.

woman_at_computer

Alhamdulilah besok lusanya langsung bergabung dengan team. Uniknya, waktu lagi testing, saya kena karma!, persis di depan, duduklah seorang programmer cewe berkerudung, dari headsetnya terdengar suara lagu pop agak keras,  kakinya bergoyang-goyang,  kelihatan doi sangat menikmati sekali ketak-ketik kode, di window satu zend studio IDE, window 2 lg ngedebug SQL pake mysql console, di browsernya nampaknya sedang utak-atik modul neraca keuangan. karena udah lama gak melihat, jadi menarik… terakhir kali, dulu, dulu banget waktu jaman firaun ngojek, 2 tahun lalu,  sempet partner sama teh Sri. Kebetulan teknosoft membutuhkan beberapa programmer lagi,  bagi temen yg sedang free, silahkan langsung kirim email disini.  Teknosoft sedang mengarah ke CMMI level 3,  jadi jobdesc dan lingkungan kerjanya sangat asyik sekali loch.

Nah demikianlah akhir  balada programmer feminim.

*ISV = Independent Software Vendor (Software House)





Programmer Feminim

27 07 2009

Cewek jadi desainer,  ini sudah biasa, cewek jadi programmer ?.  Ini perlu dibahas!, karena sedikit sekali populasinya :-D

Coba lihat disekiling kamu, berapa % kira-kira cewek yang senang mrogram ?, bagai mencari jarum dalam jerami bukan?. Entah kenapa dari zaman kuliah hingga sekarang susyah bener ketemu cewek dengan tipe ini, jadi sekalinya ketemu pasti saya seneng banget. Unik aja melihat cewek yang identik dengan kesan feminim ternyata juga senang utak-atik kode. Apalagi yang bisa bicara dalam macam “bahasa”.

Dalam bukunya Why men don’t listen and women can’t read a maps, Barbara dan Allan Pease menggambarkan keadaan otak pria seperti gambar di bawah ini:

men-brains

Penampang otak pria

Sedang wanita dideskripsikan pada gambar berikut :

female-brains

Penampang otak wanita

Dari sini bisa kita lihat kalau wanita lebih cenderung mengedepankan perasaan dan sesuatu yang bersifat emotional connection. Ada juga yang mengatakan kalau wanita itu kebanyakan tidak senang matematika dan logika, sehingga tidak  ingin memikirkan sesuatu yang abstrak secara mendalam. Kalau ini saya tidak setuju, karena banyak temen-temen cewe senang dan mahir dalam matematika tetapi tidak senang mrogram.

Bagaimana menurut kamu ?, masih penasaran saja ingin lihat style para cewek yang hobi mrogram. :-)





Entrepreneur Area

26 07 2009

In English:
http://businessweek.com
http://entrepreneur.com
http://successmagazine.com

Local content:
http://swa.co.id

Any another links?