Memang di “sistem lingkaran setan” negeri ini, berpartai menjadi salah satu alternatif sebagai pengikis sebagian pegawai dan kebijakan2 pemerintah yg “non-sense”. Terlihat Hidayat Nur Wahid berhasil memotong kebijakan biaya perjalanan pemerintah yg terbilang “wah” sekali hingga berhasil disederhanakan. Bagaimana tidak?!, ketika itu Megawati sempat-sempatnya berjalan ke luar negeri hingga membawa pegawai yg khusus membuatkannya sambel. GILA APA !!!.
Ketika zaman Gusdur, pemerintah membeli pesawat sukhoi 2 unit. Gunanya apa ?!, padahal ketahanan pangan sedang menurun saat itu. Jika ingin dibongkar dan dipelajari seperti negeri cina, ini baru mantab !.
Berikut beberapa kelebihan PKS.
1. Pembinaan kader yang solid di seluruh daerah.
2. Kader PKS aktif dipartai memang karena telah tersentuh tugas menyampaikan islam, bukan karena uang.
3. Kebaikan oriented bukan money oriented.
4. Cepat dan tanggap terhadap musibah yg menimpa ummat (ex: tsunami aceh, banjir jakarta). berbeda dengan beberapa partai yg “show case” waktu ada maunya saja.
5. kebersihan dan profesional dalam melayani rakyat, terlebih di “sistem lingkaran setan” negeri kita.
Dan berikut kekurangan PKS.
1. Eksklusifitas kadernya !, (terlihat di sebagian kecil kadernya) yg terlihat berbeda ketika bergaul dengan sesama “ikhwah” (panggilan untuk teman satu jamaah PKS) dengan masyarakat yg belum ikut berjamaah.
Ya benar, PKS hanyalah sebuah alat untuk menyebarluaskan agama islam nan haq ini. Behind the scene di balik itu semua adalah sebuah jamaah yg terorganisir dengan rapihnya,yg dahulu telah dirintis oleh Al-Imam Hassan Al-Banna.
Oh ya hampir terlupa, ketika perjalanan kantor pagi tadi, di daerah Kemang dan Bangka, jakarta selatan, terpampang spanduk Adang Daradjatun dan Dani Anwar (CAGUB pada PILKADA jakarta beberapa minggu lalu). Spanduknya bertuliskan demikian : ”Terima kasih atas keikhlasannya, mari kita bersama bantu gubernur baru benahi jakarta”. Suatu perbuatan terpuji, dan sangat sulit ditemukan di partai lain bagi saya.
Akhirnya, saya hanya sedikit memberikan pembelaan, kepada yg mengatakan PKS adalah singkatan dari Partai Kurang Sehat. maka sebetulnya yg berkata demikianlah yg kurang sehat dan harus segera berobat ke dokter.
Hanya pandangan subjektif saja.
Wallahu alam bisshowab.




hai fredy, thx yah dah mampir
Busyet.. politik .. ,
hai mas foryanto, pa kabarnya ?
Hidup PKS…
Saya simpatik dan menurut saya, bagus sekali mereka mentarbiyah kader nya…
-AKP di turki udh menang pemilu
-HAMAS di palestina juga udah menang
-Ikhwanul Muslimin di mesir juga udah menang
-PKS InsyaALLAH menang di pemilu 2009
dimanapun akan ada saja orang2 yang merasa terancam dengan keberadaan PKS kalau mereka berada pada lembela al-bathil .Tapi kalau sebaliknya insy4jj1 mereka akan menjadi sahabat PKS
he..he.. Salam kenal neng zahre (logat samson di film samson betawi).
Setiap organisasi islam harus bersahabat mba, demi tegaknya islam di negeri indonesia ini.
Saua ada pertanyaan, kenapa orang Islam bikin banyak partai ya? Bukankah Risalah Rasulullah iman itu hanya satu?
lihat orang poli tikus memang kadang bikin emosi.namun kadang juga bikin simpati.Namun poli tikus bila belum dapat jabatan saja sok dekat rakyat.coba kasih jabatan lupa kale.Jadi ya fuck poli tikus.
Hasil penelitian dari anak psikologi UI (hidayat) bahwa kader PKS yang di rekrut melalui sistem TARBIYAH, trnyata memiliki loyalitas yg tinggi thdp partai PKS. ini hal ini mengindikasikan bahwa suatu saat nanti, bukannya tidak mungkin PKS akan menjadi salah satu partai besar yang akan mendominasi di INdonesia..
hidup PKS……..
pilih PKS ya mas?huehehe…
sy sih masih ga ngerti tentang politik! ya klo pemilu sekedar berpastisipasi!
walau ga ngerti, sy doakan agar PKS juga menang di pemilu yg akan dtng!
CerC…
Basiiii ah….Dari dulu bisa nya cuma promosi doankkkk..!!!!
kabanyakan pencitraan….jadi eneg juga !
@Kurniawan
Saya nggak promosi kok mas kurnia, cuma ngasih pandangan subjektif aja. Niat dan perilaku baik memang akan selalu membentuk citra.
Perasaan “Eneg” karena mungkin ada sesuatu yang mengganjal di hati mas. Biar gak “eneg” coba kita keluar dari kotak, trus lihat diri dan negeri kita dari luar.